Saturday, August 14, 2021

REFLEKSI TERHADAP FILIPI 2:1-11 "PEDULI TERHADAP SESAMA ANAK BANGSA"



Oleh: Pdt. Seprianus Y. Adonis,S.Th.

                Ditengah-tengah bencana non alam covid 19, dan penderitaan-penderitaan yang lain, kita terpanggil untuk saling menolong dan memperhatikan.  Karena dengandengan demikian kita dapat memperoleh kekuatan dan semangat untuk melanjutkan hidup. Memikirkan diri sendiri ditengah situasi bencana ini adalah sesuatu tidak manusiawi, sebab kita sedang mengingkari panggilan kita sebagai keluarga Allah.

Dalam bacaan Firman Tuhan hari ini, Paulus menulis kepada jemaat di Filipi, untuk menasihati mereka, tentang bagaimana hidup bersama dalam jemaat. Paulus meminta agar mereka  hidup saling menolong dan memperhatikan.  Yang satu memandang yang lain lebih penting atau lebih utama. Mereka tidak hanya fokus melihat diri sendiri. Tetapi melihat orang lain yang ada disekitar mereka juga. Mereka diarahkan untuk mengutamakan kepentingan orang lain. Atau peduli terhadap sesama mereka. Dalam menyatakan kepedulian kepada sesama, mereka mesti belajar dari Yesus. Mereka diminta untuk menaruh pikiran dan perasaan Yesus Kristus dalam diri mereka. Yang dimaksud Paulus adalah pikiran dan perasaan merendahkan hati. Yesus merendahkan diriNya Sekalipun Dia Anak Allah.  Dia tetap taat dalam kerendahan hingga mati di salib. Akibat dari ketaatan ini, semua lutut bertelut dan semua lidah mengaku “Yesus Kristus adalah Tuhan”. Sikap dan perasaan rendah ini mesti bertumbuh juga dalam diri orang percaya di Filipi dalam menyatakan kepedulian kepada sesama. Karena jika sikap ini tidak ada, maka kemungkinan untuk jatuh dalam dosa memadang rendah atau menganggap remeh  orang lain akan terjadi. Paulus menginginkan agar orang percaya Filipi saling peduli dalam kerendahan hati.  

Saudaraku, Di minggu ke tiga bulan kemerdekaan ini, kita masi beribadah dari rumah. Dalam peribadah ini, kita belajar bersama dari Paulus untuk menolong dan memperhatikan sesama anak bangsa yang ada disekitar kita. Terutama mereka yang sakit karena covid 19, mereka yang sedang diisolami di rumah,  ataupun di tempat-tempat isolasi terpusat. Kita jangan berpandangan bahwa mereka sakit karena mereka berdosa, kesalaha mereka besar, Tuhan sedang menghukum mereka, karena itu biarlah mereka  tanggung derita mereka sendiri. Jika ini terjadi maka kita sedang membuat dia yang sakit semakin sakit. Seharusnya, kita menguatkan dan meneguhkan mereka agar dalam tantangan iman yang mereka alami, mereka melihat tangan Tuhan terulur melalui kita.

 Saudaraku, Kita juga menyatakan kepedulian kepada para tenaga kesehatan yang berjuang untuk keselamatan anak-anak bangsa yang lain. Kita juga peduli terhadap segala upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menolong kita keluar dari pandemic covid 19.  Kepedulian kita dapat dinyatakan dengan berdoa sungguh-sungguh memohon pengampunan dan belas kasihan Tuhan. Berdoa memohon keselamatan untuk para tenaga medis dan pemerintah. Berhentilah mencela dan menyalahkan mereka, Berilah apresiasi dan kata-kata positif, supaya mereka terus kuat dalam berjuang menolong sesama anak bangsa yang lain.  kalau memandang mereka keliru, bicaralah dengan santun. Selain itu, Kepedulian kita dapat dinyatakan dengan taat pada protokol kesehatan, jangan main-main dengan protokol kesehatan: pakai masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, hindari kerumuman, makan makan sehat dan tetap berdoa.

Saudaraku, Kita juga terpanggil menolong orang lain yang ada disekitar kita yang sedang membutuhkan bantuan dari kita. Mereka mungkin membutuhkan satu gengam beras karena semua anggota keluarga sakit, berilah kepada mereka.  Mereka membutuhkan satu ikat jagung untuk kebutuhan mereka minggu ini, berilah kepada mereka. Mereka butuh ubi kayu untuk makan saat ini, berilah kepada mereka. Jangan melipat tangan. Ingat apa yang Paulus katakan “Jangan hanya pikir diri sendiri, tetapi pikir orang lain juga. Jangan pentingkan diri sendiri, tapi utamakan orang lain.”  Kita tidak hidup sendiri, kita hidup bersama di tanah air ini, di daerah ini, di desa ini, di  Nekamese sebagai keluarga Allah. Oleh karena itu, mari menyatakan kepedulian dengan sungguh-sungguh.  Dalam melakukan tindakan kepedulian kepada sesama, sikap rendah hati perlu ada dalam diri masing-masing. Bercermin dari Yesus.  Tuhan memberkati. Amin

 

Friday, March 26, 2021

MELAYANI ANAK DI TENGAH PANDEMIC COVID 19

 

Klasis Amanuban Tengah Utara bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia meningkatkan  kapasitas pelayan PAR secara virtual.   Peningkatan kapasitan ini akan dilaksanakan tiga tahap, tahap pertama dilaksakan pada tanggal 26 Maret 2021, dengan Tema: Sharing Praktek Baik Pelayan PAR di tengah Covid 19. Program ini dihadiri oleh pelayan PAR dari 4 Jemaat dan 38 mata Jemaat di dalam Klasis.  ibu Pince Keliat, perwakilan dari WVI, dalam acara pembukaan menyampaikan bahwa mereka menyambut dengan sukacita program peningkatan kapasitas pelayan PAR di Klasis ATU, diharapkan agar proses pelatihan ini memberi dampak baik untuk kelanjutan pelayanan anak dan remaja di jemaat masing-masing. Ketua Klasis Amanuban Tengah Utara, dalam suara gembalanya, mengingatkan agar  semua pelayan PAR yang terlibat dalam proses peningkatan kapasitas ini, dapat saling belajar dan menguatkan satu dengan yang lain, supaya pelayanan anak dan remaja dalam klasis ATU kualitasnya semakin baik. Ketua klasis berharap agar semua peserta dapat terlibat aktif membagikan cerita dan belajar dari jemaat-jemaat yang lain.   

        

Setelah acara pembukaan,  diberi kesempatan secara bergantian menceritakan praktek baik yang telah dilaksanakan saat pandemic covid 19 terjadi. Peserta juga  diminta untuk menyampaikan rencana pelayanan terhadap anak di tahun 2021 dan juga menyampaikan harapan-harapan untuk peningkatan kualitas pelayanan di jemaat masing-masing. Ada cerita peserta yang membuat kami senang, terharu, bangga dan juga sedih. Ada pelayan PAR yang bercerita bahwa mereka cukup mendoakan anak-anak secara pribadi, ada yang menelpon, ada yang mengunjungi anak-anak dan mendoakan mereka di rumah masing-masing, ada yang meminta orang tua untuk melibatkan anak dalam liturgi ibadah keluarga, ada yang melakukan ibadah PAR dengan membentuk kelompok-kelompok kecil di rayon, ada yang  melakukan pelayanan anak melalui toa, dan masih banyak cerita yang seru yang lain.  

Tetapi pada intinya, semua pelayan PAR telah berusaha secara maksimal untuk tetap mendampingi anak-anak secara pribadi maupun secara bersama-sama agar iman anak-anak tetap bertumbuh di tengah pandemic covid 19. Ada beberapa pelayan PAR yang merasa bahwa  di tengah-tengah pandemic covid 19,  pelayanan terhadap anak-anak terabaikan,  pelayanan seolah-olah terpusat hanya pada orang-orang dewasa saja. Karena itu mereka berharap agar melalui kegiatan pelatihan virtual hari ini mereka menemukan ide-ide sederhana yang dapat dikembangkan dalam pelayanan anak.    

        K’Narwastu Anggie Ratsir, seorang guru sekolah minggu dari GMIT Imanuel Ruteng, yang hari-hari bekerja sebagai seorang Konsultan PAUD dan Play Therapist, berbagi cerita tentang pelayanan mereka di Ruten saat pandemic Covid 19. K’Anggie juga berbagi ide, kreatifitas dan aktifitas yang dapat dilakukan saat pandemic covid 19. k’Anggie memulai sesi dengan bercerita bahwa saat pandemic covid 19 terjadi, ibadah-ibadah di rumahkan, beliau menolong dirinya sendiri dengan aktivitas yang berkaitan dengan hobinya. Setelah itu baru K’Anggie mulai berpikir untuk menolong anak-anak agar tetap bertumbuh dalam iman.  K’Anggie mengingatkan semua pelayan PAR agar dalam melayani anak-anak perlu memikirkan perkembangan fisik, sosial emosional, mental, seni dan kognitif serta perkembangan rohani.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menyusun rencana tindak lanjut bersama. Ada empat tindak lanjut yang disepaki, yakni Pertama, pengadaan bahan ajar PAR;  kedua,  pengadaan buku cerita  untuk anak; Ketiga,  pelatihan pembuatan alat peraga dan keempat, pertemuan rutin pelayan PAR via zoom setiap bulan untuk membahas perkembangan pelayanan anak di jemaat masing-masing, sekaligus persiapan bahan ajar bersama. Kegiatan pelatihan diakhiri dengan sosialisasi liturgi Hari Doa Anak Sedunia yang dipandu oleh pdt. Seprianus Adonis. Dalam penutupan kegiatan, Ketua Klasis mengingatkan semua pelayan PAR agar terus membangun komunikasi dengan majelis jemaat demi peningkatan kualitas pelayanan bagi anak dan remaja di jemaat masing-masing.  

 

Saturday, February 13, 2021

BERSIDANG DI TENGAH PANDEMI COVID 19

 

Klasis Amanuban Tengah Utara akhirnya melaksanakan sidang Majelis Klasis tahun 2021, yang sebelumnya sempat ditunda dua minggu karena pandemic covid 19. Persidangan klasis di laksanakan di Jemaat Anugrah Nobi Nobi, dihadiri oleh 29 orang,  terdiri dari 16 orang pendeta dari lima belas Jemaat dalam  klasis Amanuban Tengah Utara, 5 orang Majelis Klasis Harian, 6 orang ketua Pengurus Kategorial fungsional, 1 orang ketua BP
3K serta 1 orang Tata Usaha.  Persidangan berlangsung tiga hari, yakni  dari tanggal 10 Februari 2021 sampai dengan 12 Februari 2021. 

            Dalam persidangan kali ini, ada beberapa perubahan yang terjadi, mengingat jumlah orang yang sakit dan meninggal karena covid 19 di kabupaten Timor Tengah Selatan terus meningkat. Perubahan yang dimaksud adalah   peserta sidang dibatasi,  biasanya persidangan majelis klasis Amanuban Tengah Utara melibatkan wakil ketua dari  empat jemaat dan tiga puluh delapan mata jemaat sebagai undangan, tetapi persidangan kali ini mereka tidak dilibatkan.  Selain itu, konsumsi yang biasanya disiapkan oleh tuan dan nyonya rumah ditiadakan, setiap peserta persidangan membawa makanan dan minuman dari rumah masing-masing.  Perubahan lainnya adalah bahan sidang dibagikan melalui grub WA klasis satu minggu sebelum persidangan  dilakukan, dengan maksud setiap jemaat dan peserta mempelajari bahan-bahan tersebut dan memberi masukan atau usul, saran dan tanggapan lebih awal sebelum proses persidangan berlangsung. Menurut Ketua Klasis Amanuban Tengah Utara, Pdt. S. B. Telnoni Tahun,S.Th., saat menyampaikan suara gembala pembukaan, memyampaikan bahwa perubahan ini dilakukan karena gereja harus menjadi contoh dalam upaya untuk memutuskan mata rantai penularan covid 19.

            Persidangan tiga hari berjalan penuh hikmat, selalu diawali dengan ibadah dan diakhiri dengan ibadah. Ibadah dipimpin secara bergantian oleh Pdt. Yuliana Sakan-Dima,  Pdt. Artha Sastha Nifu, Pdt. Clara Bisan-Banuek, Pdt. Sherly Tafui-Fanda dan Pdt. Seprianus Adonis. Persidangan hari pertama membahas laporan hasil pelaksanaan program pelayanan dan Anggaran pendapatan belanja Klasis tahun 2020 serta mendengarkan informasi pelayanan dari lima belas ketua majelis jemaat. Agenda persidangan hari kedua adalah  pembagian komisi dan persidang komisi dan agenda persidangan hari ketiga adalah pleno komisi, yakni penetapan program pelayanan, Rencana Anggara Pendapatan dan Belanja klasis serta kebijakan umum tahun 2021.  Kegiatan pelayanan yang direncanakan di dasarkan pada Rencana induk Pelayanan  (RIP) dan Haluan Kebijakan Umum Pelayanan (HKUP), dengan memprioritaskan upaya pencegahan, penanggulangan  dan pemulihan bencana Covid 19.

        Persidangan ditutup pada hari Jumat tanggal 12 Februari 2021. Ibadah penutupan dipimpin oleh Pdt. Seprianus Y. Adonis,S.Th.  Dalam ibadah penutupan Pdt. Sepri Adonis mengingatkan bahwa berteologi ditengah-tengah bencana adalah pekerjaan yang tidak mudah. Sebab, selalu ada pertanyaan “Di mana Allah, saat bencana terjadi?”. Gereja harus memberi jawaban, sekaligus meyakinkan mereka yang sedang bimbang, gelisah, putus harapan, trauma dan takut. Kehadiran Yesus, dengan berjalan di atas air, pada jam tiga dini hari, ditengah-tengah bencana yang menimpa murid-murid di danau,  dalam Narasi Matius 14:22-33, menjadi dasar yang kuat  untuk  gereja berbicara tentang kehadiran Tuhan dalam bencana. Dalam bencana Gereja tidak hanya melakukan gerakan sosial, tetapi gerakan iman, yakni meyakinkan umat Tuhan,  bahwa Tuhan bersama dengan umatNya dalam bencana.  Dalam suara gembala KMK menyampaikan terima kasih untuk kerja sama baik dari seluruh peserta sidang, tuan dan nyonya rumah Jemaat Anugrah Nobi-Nobi dan semua jemaat di klasis Amanuban Tengah Utara yang telah mendukung proses persidangan Majelis Klasis. KMK berpesan, agar dalam pelayanan,  gereja harus terus mengkampanyekan protokol kesehatan dan ketaatan beribadah di tengah pandemic covid 19. Salam dari Netulinah.  UNK. 

 

 

Wednesday, January 6, 2021

PEMBUKAAN PELAYANAN DAN PELEPASAN TENAGA KONTRAK JEMAAT NEKAMESE SDR. GANRY ARIATO LAU,S.TH & SDR. CHRISTIAN ANARKHI RIHI,S.SI-TEOL

       


Syukur kepada Tuhan karena dalam RahmatNya, Majelis Jemaat Nekamese diberi kesempatan oleh Tuhan untuk kembali membuka pelayanan tahun 2021 di rumah Tuhan Mata Jemaat Immanuel Postenu. 

Acara pembukaan pelayanan disatukan dengan pelepasan dua orang Tenaga kontrak yang telah membantu pelayanan di Jemaat Nekamese. Mereka adalah Sdr. Ganry Arianto Lau,S.Th, yang telah melayani 18 bulan dan sdr. Anakhi Cristian Rihi,S.Si-teol yang telah melayani 13 bulan. Acara dipandu oleh peng. Emma Nenabu,S.Pd (Wakil Bendahara III), dan ibadah dipimpin oleh Pdt. Seprianus Y. Adonis,S.Th.

Matius 2:1-11 menjadi dasar khotbah dalam ibadah tersebut. Dalam khotbah ada empat  hal yang ditegaskan, yakni Pertama, supaya perjalan kita berhasil maka perlu dengan sungguh-sungguh mempercayakan perjalanan hidup secara total kepada Tuhan, seperti para Majus mempercayakan perjalan mereka pada bintang yang muncul di timur dan akhirnya mereka berhasil;  kedua, tetap fokus pada tujuan perjalan hidup, yakni memuliakan Tuhan.  Tantangan/hambatan tidak boleh melemahkan atau membelokkan tujuan awal perjalanan, sama seperti para Majus, tantangan dan hambatan perjalan dari Herodes tidak melemahkan tujuan mereka untuk bertemu Sang Raja yang baru lahir; ketiga: mengucap syukur atas keberhasilan perjalanan adalah sebuah kewajiban iman, sama seperti para majus saat bertemu Yesus mempersembahan Emas, kemenyang dan mur; keempat, jangan nekat, tapi dengan hikmat Tuhan perlu mencari jalan lain bila bahaya mengancam, seperti para Majus mencari jalan lain saat pulang ke tempat mereka.

Sambutan perpisahan disampaikan secara bergantian oleh kedua orang tenaga kontrak. Sdr. Ganry Arianto Lau menyampaikan bahwa bertemu, belajar dan berpisah di Nekamese adalah Kairos yang Tuhan rancankan.  Sedangkan Sdr. Anarki Chr. Rihi menyampaikan bahwa nekamese adalah dapur yang sangat baik untuk pembentukan calon pelayanan di GMIT. Kedua tenaga kontrak ini menyisipkan  ucapan terima kasih kepada semua jemaat Nekamese yang telah menerima mereka belajar dan juga memohon maaf untuk segala keterbatasan dalam belajar bersama di Nekamese. Ungkapan isi hati keluarga besar jemaat Nekamese disampaikan oleh Pnt. Filmon Benu. Beliau menegaskan bahwa perpisahan ini hanyalah perpisahan raga karena jarak, tetapi batin dan jiwa tidak berpisah, kita bisa bertemu dalam doa dan bertemu melalui media maya, dan bila rindu bisa saling video call. Acara diakhiri dengan Pelepasan secara adat dipandu oleh Pnt. Petrus Benu, dan suara gembala dari Ketua Majelis Jemaat Nekamese. 

 Dalam suara gembala, KMJ: Pdt. Sepri, mengajak seluruh majelis jemaat dan jemaat yang hadir untuk menyatakan “pules Uis Neno” karena Dia meracangkan segala sesuatu baik adanya. Sesungguhnya, Nekamese terus dipercayakan Tuhan untuk mempersiapkan calon hamba-hamba Tuhan di GMIT, sekalipun jemaat ini adalah jemaat yang baru mekar  lima tahun belakangan. Beliau juga mengingatkan agar Nekamese terus membuka rumah, tangan dan hati untuk menjadi berkat bagi semua hamba Tuhan yang datang dan belajar.  Berkaitan dengan pembukaan pelayanan tahun 2021, KMJ menegaskan agar seluruh Majelis Jemaat taat dan disiplin dalam menggembalakan jemaat. Teruslah melayani sampai batas waktu yang Tuhan tetapkan. Dalam mengembalakan jemaat, perlu menegakkan ketaatan pada protokol kesehatan dan SOP pelayanan GMIT. KMJ menutup suara gembalanya dengan meminta semua jemaat berdoa memohon belas kasihan Tuhan agar DIA berkenan dalam ramhatNya menuntun, menyembuhkan dan memulihkan segenap ciptaan yang sedang terluka karena pandemic covid 19.

  Majelis jemaat yang hadir dalam acara pembukaan sebanyak 87 orang, dari total majelis jemaat 91 orang di Jemaat Nekamese. Turut hadir dalam acara ini, keluarga Lau dan keluarga Rihi. Pemandu acara menutup acara pada pukul 14.00 dengan mengatakan “Tuhan baik”.